![]() |
| ( Helen bersama sahabat komunitas guru SMKN4 Kupang berpose depan sekolah) |
Kupang, mediaflores.net - Dalam bincang bincang antara awak media, bersama ibu Halen S Taka, S.Pd, H.hum, guru bahasa Inggris SMKN 4 Kupang tentang bagaimana merakit persaudaraan melalui bahasa di lingkungan SMKN 4 Kupang yang memiliki keberagaman latar belakang, membutuhkan kesantunan.
" Persaudaraan akan terwujud dalam sebuah komunitas pendidikan melalui berbahasa yang santun, " ungkap Helen saat sekilas bincang bersama bersama Guru Bahasa Inggris SMKN 4 Kupang yang memiliki sejumlah pengalaman dalam komunikasi ini.
SMKN 4 Kupang terletak di jantung kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT, dengan warga sekolah sekitar 1000 orang yang terdiri dari guru, pegawai, dan siswa dari berbagai perbedaan geografis, suku, agama, dan bahasa ini membutuhkan kecerdasan tersendiri dalam membangun persaudaraan.
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dapat menyatukan berbagai perbedaan tersebut dalam menyampaikan pikiran, perasaan, dan ide kepada orang lain.
Selanjutnya, Halen mengatakan bahwa dalam penggunaan bahasa yang sopan dan menghormati, sehingga efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain, tanpa memandang perbedaan budaya, agama, atau latar belakang. Kesantunan bahasa dapat membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmonis.
![]() |
| (Bersama siswa usai pembelajaran yang menyenangkan) |
Bagaimana bentuk kesantunan bahasa yang dimaksudkan, tanya awak media.
" bentuk kesantunan bahasa berupa Kesantunan verbal: penggunaan kata-kata yang sopan dan menghormati dalam komunikasi lisan, " papar Helen.
Selanjutnya, Helen menjelaskan bahwa: ucapan "Selamat pagi, Pak/Bu" (menggunakan kata-kata yang sopan saat menyapa guru), Contoh lain juga dipaparkan "Terima kasih, saya sudah paham" (menggunakan kata-kata yang menghormati saat menerima penjelasan), Kesantunan non-verbal: penggunaan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan gestur yang sopan dan menghormati. Menganggukkan kepala saat mendengarkan penjelasan guru, Menggunakan ekspresi wajah yang ramah saat berbicara dengan teman, " papar Helen.
Membangun hubungan yang harmonis antara guru, pegawai, dan siswa. Meningkatkan kepercayaan dan rasa aman dalam berkomunikasi. Mengurangi konflik dan kesalahpahaman. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung kesuksesan akademik dan personal siswa.
Tujuan komunikasi yang santun adalah, Menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, inklusif, dan mendukung kesuksesan akademik dan personal siswa.
Diakhir pembicaraan Halen membacakan sebuah puisi singkatnya tentang bahasa;
![]() |
| ( Helen diruang guru, menanti jadwal mengajar) |
" Bahasa adalah jembatan persaudaraan
Menghubungkan hati, menghilangkan jarak
Dengan kata-kata yang lembut dan sopan
Kita dapat membangun hubungan yang abadi.
"Bahasa adalah kekuatan, gunakanlah dengan bijak."
"Kesantunan bahasa adalah cerminan hati yang baik."
"Komunikasi yang efektif adalah kunci persaudaraan."
"Bahasa dapat menyembuhkan, atau melukai."
"Kesantunan bahasa adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik."
Reporter Yohanes Tafaib


