Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!

KEMBALI UNTUK MENGABDI, JOHN INGIN DESA BOLONGA LEBIH BAIK

 


Bajawa, mediaflores.net - Dari perjalanan panjang sebagai ASN, pengalaman organisasi, hingga pengabdian di tengah masyarakat, Yohanes Ngete membawa semangat untuk membangun tanah kelahirannya, Desa Bolonga. Baginya, membangun desa bukan sekadar tentang jabatan, melainkan tentang kepedulian, keberanian, dan kesediaan untuk melayani.

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap masa depan. Bagi Yohanes Ngete, atau yang akrab disapa John Ngete, perjalanan itu mengajarkannya satu hal penting: pengabdian tidak ditentukan oleh dari mana seseorang memulai, tetapi sejauh mana ia mau belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi sesama.

John dikenal sebagai sosok muda yang energik, bersahaja, dan dekat dengan masyarakat. Perjalanan kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ngada dimulai dari pekerjaan sederhana sebagai sopir pada salah satu dinas yang membidangi perdagangan. Namun, ia tidak menjadikan posisi awal tersebut sebagai batas untuk berkembang.

Dengan semangat belajar dan kemauan untuk terus memperbaiki diri, John melewati berbagai pengalaman dalam lingkungan pemerintahan. Salah satu pengalaman berharga adalah ketika dirinya mendapat kesempatan mendampingi sejumlah pejabat DPRD Kabupaten Ngada. Dari perjalanan tersebut, ia belajar tentang dinamika pemerintahan, pelayanan publik, komunikasi, serta bagaimana memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Pengalaman itulah yang kemudian menumbuhkan kerinduan untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi kampung halamannya sendiri, Desa Bolonga.


Kembali ke Kampung Halaman, Membawa Harapan Baru

Desa Bolonga bukan sekadar tempat kelahiran bagi John. Desa ini adalah tempat ia tumbuh, mengenal kehidupan, membangun persaudaraan, dan memahami berbagai persoalan masyarakat.

Bolonga memiliki karakteristik tersendiri. Dikenal sebagai desa kota, masyarakatnya semakin heterogen. Tidak hanya dihuni oleh penduduk asli, tetapi juga masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngada yang telah menetap dan menjadi bagian dari kehidupan sosial desa.

Kondisi ini tentu membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul semua golongan. Pemimpin yang tidak membeda-bedakan latar belakang, mampu membangun komunikasi, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk bergerak bersama.

Atas dasar kerinduan untuk berkontribusi bagi tanah kelahirannya, John menyatakan kesiapan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Bolonga.

Baginya, menjadi kepala desa bukan tentang mengejar kehormatan, melainkan kesempatan untuk memperluas ruang pengabdian. Ia ingin membawa pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun ke dalam tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.

Kepemimpinan yang Tumbuh dari Pengalaman Organisasi

Selain pengalaman sebagai ASN, John juga memiliki rekam jejak dalam dunia olahraga dan organisasi kemasyarakatan.

Ia pernah memimpin Bolonga FC dan saat ini dipercaya menjadi asisten pelatih klub sepak bola tersebut. Pengalaman ini membentuk pemahamannya tentang pentingnya kerja sama, kedisiplinan, solidaritas, serta semangat kolektif dalam mencapai tujuan bersama.

Di bidang olahraga bela diri, John juga terlibat  PERKEMI, organisasi Kempo di Kabupaten Ngada. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan dalam membangun organisasi dan mengembangkan bersama generasi muda. 

Sementara itu, dalam kehidupan kerohanian, John pernah mengemban kepercayaan sebagai Ketua KUB Beata Ana Maria Taigi, Komunitas Umat Basis dalam desa Bolonga, selama kurang lebih 10 tahun.

Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa ruang pengabdiannya tidak hanya terbatas pada pekerjaan formal, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial, olahraga, organisasi, dan kehidupan iman masyarakat.

Mengembangkan Potensi Ekonomi Desa

Salah satu perhatian John terhadap masa depan Bolonga adalah pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Desa Bolonga memiliki kekayaan alam yang patut dikembangkan. Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan, selain berbagai jenis sayuran seperti labu, wortel, dan kentang.

Ada pula keunikan tersendiri yang menjadi kebanggaan masyarakat Bolonga, yakni sayur pucuk labu yang dikenal memiliki tekstur lembut dan khas dibandingkan dengan pucuk labu dari daerah lain.

Potensi ini, menurut John, tidak boleh hanya menjadi aktivitas pertanian rutin masyarakat. Harus ada upaya pengembangan agar hasil pertanian semakin produktif, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

"Kami di Bolonga memiliki potensi sayur labu, wortel, kentang, dan kopi. Khusus untuk sayuran, tentu kami akan berupaya membangun kerja sama dengan Dinas Pertanian agar pengembangannya menggunakan teknologi pertanian yang lebih baik sehingga produksi masyarakat bisa meningkat," ungkap John.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan tenaga petani, tetapi juga membutuhkan pendampingan, inovasi teknologi, akses informasi, serta dukungan pemasaran.

Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Bolonga.

Membangun Desa dengan Semangat Kebersamaan

Bagi John, keberhasilan pembangunan desa tidak mungkin diwujudkan oleh seorang kepala desa seorang diri.

Pemerintah desa membutuhkan dukungan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, kaum perempuan, pemuda, serta seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap masa depan desa.

Ia memahami bahwa Bolonga adalah rumah bersama bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, persatuan dan persaudaraan harus tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

John dikenal sebagai pribadi yang lebih banyak memilih bekerja daripada berbicara. Prinsipnya sederhana: kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan, bukan hanya rangkaian kata-kata.

Semangat inilah yang ingin ia bawa dalam perjalanan pencalonannya sebagai Kepala Desa Bolonga.

Pilkades Harus Menjadi Momentum Persaudaraan

Menutup perbincangan, John menyampaikan pesan penting kepada seluruh masyarakat Desa Bolonga.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum pemilihan kepala desa sebagai kesempatan memperkuat persatuan, bukan sebaliknya menjadi sumber perpecahan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Desa Bolonga untuk bersama-sama membangun desa yang kita cintai ini. Dalam proses Pilkades, mari kita tetap menjaga persaudaraan, menghindari konflik, dan mengutamakan kepentingan bersama. Perbedaan pilihan jangan sampai merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin," ungkapnya.

Baginya, siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, persaudaraan harus tetap dijaga karena setelah Pilkades selesai, seluruh warga akan kembali hidup bersama dalam satu rumah besar bernama Desa Bolonga.


Kembali untuk mengabdi adalah tentang keberanian mengambil tanggung jawab. Tentang bagaimana pengalaman dijadikan pelajaran, kepedulian diwujudkan dalam tindakan, dan potensi desa dikembangkan demi masa depan bersama.

Dengan semangat kebersamaan, John membawa harapan untuk melihat Desa Bolonga tumbuh menjadi desa yang MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA.

Karena masa depan desa bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi juga tentang bagaimana seluruh masyarakat bersedia berjalan bersama membangun tanah kelahirannya.//AG//MF//

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!
PT. IMAN TEKNIK OTOMOTIF MANDIRI Reparasi Mobil & Motor
Service Injection • Tune Up • Overhaul • Transmisi • Wiring

Iklan

Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!
Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!