“Bersama Kita Bangun Desa, Dari Desa untuk Warga.”
AIMERE, mediaflores.net - Berangkat dari pengalaman panjang dalam pemerintahan desa dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya, Siprianus Kede, yang akrab disapa Ipi, menyatakan tekad untuk mendorong perubahan dan kemajuan Desa Mawokisa, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada. Dengan semangat kebersamaan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun desa demi kesejahteraan bersama.
Ipi, yang berdomisili di RT 003, Dusun Sao Pay, Desa Mawokisa, membawa visi: “Terwujudnya Desa Mawokisa yang Religius, Sejahtera, dan Berkeadilan.”
Bagi Ipi, membangun desa bukan sekadar tentang jabatan atau kepemimpinan, melainkan panggilan untuk mengabdi, melayani, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Selama saya dipercaya sebagai aparat desa, saya melihat bahwa desa ini masih membutuhkan perubahan dan peningkatan. Karena itu, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Mawokisa menjadi lebih baik,” ungkapnya saat berbincang dengan Tim Media Flores.
Berangkat dari Pengalaman, Bergerak untuk Perubahan
Perjalanan pengabdian Ipi di Desa Mawokisa bukanlah hal baru. Ia telah terlibat dalam pembangunan desa selama bertahun-tahun, baik melalui tugas teknis maupun pelayanan pemerintahan.
Pengalamannya sebagai kader teknik desa pada periode 2007–2014 dan aparat desa sejak 2015 hingga 2026 menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan, tantangan, serta potensi pembangunan di wilayahnya.
Selain itu, Ipi juga pernah menjadi Konsultan BSPS Aspirasi Ngada pada periode 2013–2015. Di bidang pelayanan gerejawi, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Stasi Santo Dominikus Nunumeo sejak 2022 hingga saat ini, dengan tanggung jawab di bidang kerohanian.
Berbekal pengalaman tersebut, Ipi berharap pembangunan Desa Mawokisa ke depan dapat berjalan lebih terarah, terbuka, dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Mengembangkan Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Warga
Desa Mawokisa memiliki potensi alam dan pertanian yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan mayoritas penduduk menggantungkan hidup pada pertanian lahan kering, komoditas seperti jambu mete, pepaya, dan kelapa menjadi peluang yang perlu mendapat perhatian.
Ipi menilai potensi tersebut perlu dikembangkan secara bertahap melalui kerja sama masyarakat, penguatan kegiatan ekonomi lokal, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
“Potensi yang kita miliki harus mulai dikembangkan, meskipun dari skala kecil. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mau bergerak bersama, memanfaatkan apa yang ada, dan menjadikannya sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” menjadi semangat yang ia dorong.
Selain sektor pertanian, Mawokisa juga memiliki potensi material alam berupa batu kali yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan desa, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan kelestarian lingkungan.
Menurut Ipi, potensi desa harus dikelola secara bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Kepemimpinan Partisipatif: Masyarakat sebagai Mitra Pembangunan
Bagi Ipi, pembangunan desa tidak boleh hanya menjadi urusan pemerintah desa. Masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap proses, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Pola kepemimpinan partisipatif menjadi salah satu pendekatan yang ingin ia dorong. Dengan melibatkan masyarakat, keputusan pembangunan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan warga dan dapat dipertanggungjawabkan bersama.
Ia percaya bahwa kemajuan desa akan lebih mudah dicapai ketika pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan, saling mendukung, serta mengutamakan kepentingan bersama.
“Mawokisa adalah rumah bagi kita semua. Semua warga yang tinggal di desa ini adalah keluarga. Mereka yang terlibat dalam pencalonan juga saudara dan saudari saya. Karena itu, jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita bermusuhan,” ungkapnya.
Hadir untuk Semua, Mengutamakan Persaudaraan
Di tengah dinamika pemilihan kepala desa, Ipi menegaskan bahwa semangat persaudaraan harus tetap menjadi landasan utama. Baginya, proses demokrasi di tingkat desa seharusnya menjadi ruang untuk menentukan pemimpin, bukan alasan untuk memutus hubungan kekeluargaan.
Ia ingin hadir sebagai bagian dari seluruh masyarakat, tanpa membatasi diri pada keluarga, kelompok, ataupun golongan tertentu.
“Saya hadir untuk semua. Saya tidak mewakili keluarga atau kelompok tertentu. Jika masyarakat memberikan kepercayaan dan Tuhan memberkati, mari kita bekerja sama membangun desa dengan hati yang tulus,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan Desa Mawokisa membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terlepas dari perbedaan pandangan dan pilihan.
Mengajak Warga Memilih dengan Hati
Ketika ditanya mengenai harapannya dalam proses pemilihan kepala desa, Ipi mengajak masyarakat agar menentukan pilihan berdasarkan kecintaan, kepercayaan, dan pertimbangan yang baik.
Ia berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung dengan damai, tanpa permusuhan maupun perpecahan di tengah masyarakat.
“Kami semua adalah saudara. Pilihlah karena kepercayaan dan kecintaan. Mari kita sama-sama membangun desa dengan hati yang tulus. Jangan sampai pemilihan kepala desa merusak persaudaraan yang sudah kita bangun selama ini,” pesannya.
Bagi Ipi, siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, persatuan dan kebersamaan harus tetap dijaga. Sebab, tanggung jawab membangun Mawokisa merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga.
Bersama Kita Bangun Desa, Dari Desa untuk Warga
Dengan pengalaman pengabdian, perhatian terhadap potensi lokal, serta semangat kepemimpinan yang melibatkan masyarakat, Siprianus Kede mengajak seluruh warga untuk menatap masa depan Desa Mawokisa dengan optimisme.
Visi Mawokisa yang religius, sejahtera, dan berkeadilan menjadi arah yang ingin ia perjuangkan melalui kebersamaan, pelayanan, dan partisipasi masyarakat.
Baginya, desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik, tetapi juga desa yang masyarakatnya hidup rukun, saling menghormati, memiliki kesempatan untuk berkembang, dan merasakan manfaat pembangunan secara adil.
“Kalau kita bersatu, saling mendukung, dan bekerja dengan hati yang tulus, saya percaya Mawokisa bisa menjadi lebih baik. Mari kita jaga persaudaraan dan membangun desa ini bersama-sama,” tutup Ipi dalam perbincangan santai bersama Tim Media Flores.
Bersama Kita Bangun Desa, Dari Desa untuk Warga.
“Bersama Kita Bangun Desa, Dari Desa untuk Warga.”

