Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!

Bentuk Pokja Pengelolaan DAS Lintas Batas, Pemkab Belu Apresiasi Lembaga INTI

( Wakil Bupati Belu, Vincenthe Gonsalves dan pimpinan InTI, Rahmat Santosa, bersama peserta Lokakarya Pembentukan Pokja DAS

Atambua, mediaflores.net – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Wakil Bupati Vincente Gonsalves menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Inovasi Tangguh Indonesia (INTI) atas pelaksanaan Lokakarya Awal Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) lintas batas Indonesia–Timor Leste di wilayah DAS Talauloes.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan lokakarya pembentukan Pokja Pengelolaan DAS antara Indonesia dan Timor Leste yang berlangsung di Hotel Kingstar Atambua, Senin (23/02/2026).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Inovasi Tangguh Indonesia. Kami sangat mendukung kegiatan ini. Melalui wadah komunikasi dan koordinasi seperti ini tentu memberikan manfaat bagi masyarakat Belu,” ungkap Wakil Bupati Belu dalam sambutannya.

Kegiatan pembentukan Pokja merupakan salah satu program INTI dalam mendukung pengelolaan DAS lintas batas Indonesia–Timor Leste tahun 2026.

( Dr Elcid Li dan Project Lead, Phoebe Pandyopranoto saat memfasilitasi diskusi terkait Pokja Pengelolaan DAS

Lembaga Inovasi Tangguh Indonesia (INTI) merupakan organisasi yang berfokus pada implementasi program inovasi pembangunan berkelanjutan, termasuk pengelolaan Daerah Aliran Sungai lintas negara. Dalam pelaksanaannya, INTI berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil, guna mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di wilayah perbatasan.

Program ini mencakup dua wilayah DAS, yakni DAS Talauloes di Kabupaten Belu dan DAS Metamasin di Kabupaten Malaka. 

Hasil program ini juga jadi model untuk pengelolaan DAS lintas batas negara di tempat lain di Indonesia, Kalimantan - Malaysia dan Papua - Papua Nugini.

Pimpinan Pusat INTI, Rahmat Santosa, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan program pengelolaan DAS Talauloes dan DAS Metamasin.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah berkolaborasi dalam pembentukan Pokja Pengelolaan DAS. Ke depan, kita akan mendorong Pokja agar dapat berperan maksimal dalam pengelolaan DAS,” ujarnya.

( Assistant II pemkab Belu memaparkan tatakelola birokrasi pemerintahan) 

Pokja Pengelolaan DAS yang akan dibentuk terdiri dari berbagai unsur pemangku kepentingan, dengan ketua dari unsur pemerintah, sekretaris dari unsur masyarakat, serta anggota dari Forum Masyarakat Peduli Sungai Talau (FORMAPES) dan unsur LSM.

Sebagai tindak lanjut, INTI akan menyelenggarakan workshop lanjutan guna memperkuat pemahaman para anggota Pokja terkait pengelolaan DAS secara komprehensif.

Project Lead INTI, Phoebe Pandyopranoto, menjelaskan bahwa pembentukan Pokja bertujuan memastikan pengelolaan DAS Talauloes lintas batas Indonesia–Timor Leste dapat berjalan secara efektif. Pokja akan dibentuk pada tiga tingkatan, yakni kabupaten, provinsi, dan nasional, yang akan mulai beroperasi setelah kepengurusan disahkan dan memiliki payung hukum.

“Tujuan dari program ini adalah meningkatkan penghidupan masyarakat yang hidup di wilayah Daerah Aliran Sungai,” jelas Phoebe.

Pendampingan terhadap Pokja direncanakan berlangsung pada periode 2026–2029, dengan harapan setelahnya Pokja dapat menjalankan tugas secara mandiri.

( Direktur Yayasan Cirma, John Mangu Ladjar share cerita baik pengalaman pemberdayaan oleh CIRMA NTT )

Lokakarya ini diikuti oleh berbagai unsur, antara lain BP4D Kabupaten Belu, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Belu, BPBD Kabupaten Belu, Forum Masyarakat Peduli Sungai Talau (FORMAPES), Universitas Pertahanan, CIRMA NTT, Yayasan Media Fores Peduli serta tim konsultan profesional.

Lokakarya ini dipandu oleh Sosiolog Dr. Elcid Li, hadir pula John Mangu Ladjar, aktivis pemberdayaan masyarakat yang aktif berkontribusi dalam berbagai forum daerah maupun nasional.

Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Belu berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Belu dalam pengelolaan DAS Talauloes, sekaligus mendukung terwujudnya Belu yang berkualitas, harmonis, demokratis, dan berbudaya.//AG//

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!
PT. IMAN TEKNIK OTOMOTIF MANDIRI Reparasi Mobil & Motor
Service Injection • Tune Up • Overhaul • Transmisi • Wiring

Iklan

Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!
Pasang Iklan di Media Flores Jangkau ribuan pembaca setiap hari!